SMA Pangudi Luhur VanLith,Muntilan

22 08 2009

SMA Pangudi Luhur Van Lith, sebuah SMA yang berdiri tahun 1991 di sebuah kota kecil yang terletak di kaki Gunung Merapi, Muntilan. Sekolah ini mewajibkan seluruh siswanya untuk tinggal di asrama. Sistem pendidikan dan kurikulum sekolah ini cukup berbeda dibandingkan sekolah biasanya, terbukti dengan adanya kegiatan-kegiatan yang jarang ada di SMA lainnya, seperti Katekese, Wawasan Kebangsaan, Sidang Akademi, Live in, Home stay, dan masih banyak lagi lainnya. Semua kegiatan itu mempunyai tujuan yang mengarah pada visi dan misi SMA ini.
Dalam usianya yang masih muda, SMA ini berhasil membuat kejutan-kejutan melalui prestasi hasil studi siswanya maupun kualitas para alumninya


Sejarah Singkat SMA Pangudi Luhur Van Lith:

Kampus SMA Pangudi Luhur Van Lith yang sekarang ini, sebelumnya pernah digunakan untuk mendidik calon guru SD dengan sistem asrama yang didirikan oleh Pastor Fransiskus Gregorius Yosephus Van Lith, SJ. pada tahun 1904. Sekolah Guru tersebut berupa RC Kweekschool dan Normaalschool.

Romo Fransiskus Gregorius Van Lith Sj. dilahirkan di Oirachot, Belanda pada tanggal 17 Mei 1863.
Datang ke Jawa tahun 1896, meninggal di Semarang pada tanggal 17 Mei 1926. Dan dimakamkan di Muntilan.

Pada tahun 1952 sekolah tersebut diserahkan kepada Kongregasi Bruder FIC, yang dalam perkembangannya menjadi SGB, SMP, dan kemudian SGA Xaverius.

Pada tahun 1966 SGA Xaverius berganti nama menjadi SPG Van Lith.images

Pada tahun 1991 Pemerintah menutup semua SPG di seluruh Indonesia dan SPG Van Lith beralih fungsi menjadi SMA Pangudi Luhur Van Lith Berasrama dengan status Disamakan berdasarkan Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah No. 488/C/Kep/I/92 tanggal 31 Desember 1992

Visi dan Misi SMA Pangudi Luhur Van Lith

1. Visi SMA Pangudi Luhur Van Lith adalah semangat Kerajaan Allah yang berintikan keselamatan bagi semua orang “terutama yang menderita dan terlupakan”, yang diharapkan menjadi kenyataan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semangat tersebut diharapkan merasuki seluruh dimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dan usaha mewujudkannya terbuka untuk bekerja sama dengan semua saudara yang berkehendak baik.

2. Misi SMA Pangudi Luhur Van Lith adalah mendampingi kaum muda dengan mendahulukan yang miskin, melalui pendidikan sekolah berasrama. Proses pendidikan tersebut memadukan unsur-unsur pendidikan formal, informal dan nonformal yang mencangkup segi-segi religiositas, humanitas, sosialitas dan intelektualitas. Pencapaiannya dilakukan dengan cara yang luwes dalam suasana persaudaraan sejati yang saling asah, asih dan asuh.

Dasar dan Semangat SMA Pangudi Luhur Van Lith

1. Dasar : Pancasila
2. Semangat : Iman Kristiani

Tujuan SMA Pangudi Luhur Van Lith

1. Mendampingi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi-potensinya secara optimal dalam bidang pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai hidup yang diperlukan untuk siap melanjutkan ke perguruan tinggi maupun hidup di tengah masyarakat.

2. Mendampingi peserta didik agar mampu terus menerus mengembangkan diri, sehingga pada waktunya dapat menjadi pemimpin yang tangguh, berbobot, dan berdedikasi tinggi demi kemajuan masyarakat, bangsa, negara, dan Gereja.

Semboyan SMA Pangudi Luhur Van Lith : “Memardi Kartika Bangsa”

1. Arti kata :

Memardi berasal  dari kata “mardi” atau “merdi” (bahasa Jawa), “memardi” artinya ‘membiasakan, mengajar, melatih supaya dan berusaha supaya’.

Kartika berarti bintang. Dalam bahasa sastra kata ini dipakai untuk menggambarkan cita-cita yang tinggi, harapan di masa depan, terang atau pelita dalam kegelapan, pedoman arah, tetap, keteguhan prinsip, berat, berbobot (jawa=mentes).

Bangsa berarti hidup bersama. Dalam lingkup kecil hidup bersama adalah keluarga, asrama. Dalam lingkup lebih luas, hidup bersama adalah hidup bermasyarakat (RT,RW,Kampung,Desa), lingkungan kerja, pergaulan sehari-hari. Dalam lingkup yang lebih luas lagi, hidup bersama bararti hidup bernegara.

2. Makna :

Para penyelenggara SMA Pangudi Luhur Van Lith dengan seluruh kemampuan yang ada berusaha mengajar, melatih, membiasakan agar para peserta didik menempatkan diri menjadi “Kartika Bangsa” yang berarti sebagai berikut :
Mampu memiliki dan meraih cita-cita yang setinggi mungkin menurut kemampuan.
Harapan bangsa yang mampu tampil di masa depan, menjadi :
Manusia yang berkualitas, berbobot, baik dalam bidang keterampilan, ilmu, mental/kepribadian/moral, rohani.
Manusia yang memiliki ketetapan hati dan teguh dalam prinsip -prinsip yang benar, dengan demikian mampu menjadi :
Pedoman arah, terang dan pelita bagi sesama/masyarakat yang ada dalam kegelapan.

Para peserta didik dituntut untuk ‘berusaha’ melatih dan membiasakan diri supaya ‘mereka dapat semakin mendekati cita-cita menjadi kartika bangsa’ itu menurut bakat dan kemampuan yang dimilikinya serta menurut lingkup yang dapat dicapainya. Penyelenggara hanyalah bisa menghantar. Para peserta didiklah yang harus melangkah dan berlari mengejar.

images2

Dasar Merah Putih : Melambangkan jiwa dan semangat Kebangsaan “Berani karena Suci”.

Bintang : Cita-cita luhur yang ingin diwujudkan sebagai iman Kristiani sejati.

Pita putih dengan semboyan “Memardi Kartika Bangsa” : Dengan ketulusan hati ingin membentuk dan mengembangkan diri menjadi tunas-tunas atau calon pemimpin bangsa yang tangguh.

Obor dan Van Lith : Melambangkan semangat Pastor Van Lith untuk mendidik putra-putri Indonesia menjadi rasul awam yang dapat menjadi garam dalam masyarakat Indonesia.

Peta Nusantara : Membentuk diri sebagai generasi muda yang berwawasan kebangsaan yang sehat dan utuh.

Pena dan buku : Mengembangkan diri menjadi manusia yang kreatif dan memiliki kemampuan akademis yang tinggi.

Burung dengan sayap mengembang : Melambangkan kekuatan Roh Kudus yang mengakar dan mendorong semangat berjuang dalam mengembangkan diri dalam pendidikan di SMA.

Pangudi Luhur : Nama Yayasan Penyelenggara Pendidikan.

Neraca : Keseimbangan atau keharmonisan hidup.

Arti Keseluruhan :

Melalui pendidikan SMA Pangudi Luhur Van Lith akan dibentuk dan dikembangkan tunas-tunas yang memiliki semangat hidup penuh kreativitas dalam mengembangkan diri menjadi manusia yang berwawasan kebangsaan yang sehat, berani membela kebenaran dan keadilan serta memiliki keharmonisan hidup sebagai insan Kristiani dan sebagai warga negara yang tangguh.

spacercc


Actions

Information

2 responses

2 11 2009
shvirist

WoOw. . o.O
LuaR biaSa. . ! !
Hehehehehe. . . . ^.*

22 07 2010
dipo teknik magelang

nice blog visit our blog please

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: